Kamis, 31 Maret 2011

Seorang Yang Pernah Ku Miliki

Bintang berkedip padaku
Menyapku memecah kesunyian
Menghiburku sejenak tuk lupakan kepedihan
Waktu itu saat ku merasa kehilangan
Seorang yang selama ini di hatiku
Pergi tanpa seutas kata perisahan

Aku muak,aku menyesal
Kenapa harus ada pertemuan kalau akhirnya berpisah
Aku ingin,tapi aku tak bisa
Lupakan semua kenangan kita beersama
Aku ngerti,tapi ku tak bisa pahami
Dengan apa yang terjadi

Janjimu palsu . . .
Tlah terkubur tanah
Rayuanmu yang dulu
Tlah melayang terbawa angin malam
Kini tinggal rintihanku
Kala rindu datang mengingatkanku padamu

Kiriman Senja Ini


Mentari terlihat malas duduk di ufuk barat
Menuruni lautan untuk menyelinap
Hari semakin petang . . .
Mengingatkanku pada janji seorang

Arti bahasa yang membekas di hatiku
Makna kiasan puisi darimu
Membara membakar fikiran
Meracuni oksigen yang masuk dalam tubuh
Membakar energi untuk melupakanmu
Melepas asap rindu dariku
Yang ku kirim lewat senja ini

Senin, 28 Maret 2011

Ingatkah Kau Pada Bumi


Terlihat sepercik cahaya mentari pagi
Yang terlihat enggan menampakkan diri
Bersandar di ufuk barat
Membakar embun pagi ini
Sinarnya menyelinap lewat pohon yang kian layu
Menyapaku membawa  kabar sendu

Ini bumi yang kita tempati
Tlah rusak oleh manusia tak berbudi
Ini bumi yang tlah rapuh
Bukan karna di makan waktu
Tapi manusia merapuhkanmu

Minggu, 27 Maret 2011

IMPIAN


Selembar kertas di hadapanku
Ku tulisi dengan pena
Coretan-coretan di sana sini
Menggambarkan kebingungan ini

Ingin aku jadi penyair
Dengan kalimat indah
Irama dan kata kiasan
Penuh arti yang tersimpan

Harapanku menggapai bintang
Memang sulit di lakukan
Impian seorang bocah kecil
Menjadi bulan saat hujan