Rabu, 28 September 2011

Sebuah patung



31-08-2011
Aku ratapi sedih diriku dengan pilu
aku tlah terpuruk dalam kehidupan yang tak ku inginkan
sepertinya aku di paksa untuk berdiri padahal aku lumpuh
sepertinya aku di paksa bicara padahal aku bisu
sepertinya aku di paksa melakukannya padahal aku tak berdaya
dan aku di paksa untuk lakukan sesuatu padahal aku patung
Patung yang kadang di anggap berharga
di bersihkan dengan air menyejukkan
di usap dengan kain suci
tapi lebih sering di biarkan begitu saja
tak di hargai keberadaannya
andai patung itu punya hati dan perasaan
ia akan merasakannya
andai patung itu punya otak
ia pasti memikirkan nasibnya
andai patung itu punya mulut
ia akan ungkapkan apa yang ia pikir dan rasakan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar